Selamat datang di blog saya

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA............

HORAS !!!

Selasa, 05 April 2011

Museum Negeri  Provinsi Sumatera Utara  di Jalan H M Jhoni "pindah" ke Pekan  Raya Sumatera Utara (PRSU)

MEDAN - Museum Negeri  Provinsi Sumatera Utara  di Jalan H M Jhoni "pindah" ke Pekan  Raya Sumatera Utara (PRSU). Benda bersejarah dan wadah tradisional seperti Tagan  Kicik ( Karo) dan Osa-osa (Nias) bisa disaksikan di PRSU.

Mariono, seorang penjaga stand Museum Negeri di PRSU kepada  wartawan, Senin (4/4/2011) mengatakan, Tagan Kicik merupakan tempat sirih Suku  Karo. Suku yang terkenal suka makan sirih ini membuat bagian badan tagan kicik  terbuat dari bamboo. Sementara alas dan tutup terbu
at dari kayu. Dihiasi motif  Galumbang Sitepuken, dan Tapak Raja Sulaiman.

Sementara Osa-osa merupakan perangkat upacara adat Suku Nias yang  terbuat dari kayu.

Wujudnya seperti binatang raksasa berkaki empat dalam posisi  berdiri dengan mulut terbuka lebar. Lidah menjulur keluar, taring menonjol dan ekor  tegak keatas. Pada bagian bawah terdapat alat kelamin dan buah dada yang  menonjol. Osa-osa , kata Mariono pada masa lalu dipakai sebagai tempat memandu  pada upacara ritual.

Koleksi yang Dipamerkan             Selain kedua benda yang tergolong unik itu, Museum Negeri yang berada  di Jalan HM Jhoni, Medan tersebut memamerkan benda tradisional lain seperti  Rumbi. Alat  ini berfungsi sebagai tempat menyimpan perhiasan suku Nias. Terbuat  dari kayu. Pada bagian atas tutupnya terdapat ukiran berwujud babi.

Sahan. Tempat  obat suku Toba, terbuat dari tanduk yang diukir. Kambu-Kambu. Tempat perhiasan  Suku Nias. Terbuat dari rotan yang dibelah-belah.
Udes, tempat perhiasan Suku Simalungun, terbuat dari rotan. Ingan Tambar, tempat obat suku Karo, terbuat dari  kayu dengan ukiran manusia.


Embat-Embat, tempat tepung tawar Suku Melayu, terbuat dari perak.
Busan, tempat beras suku Karo. Terbuat  dari bambu dengan motif keret-keret  ketadu dan ipen-ipen.
Buli-buli. Tempat obat suku Pakpak, terbuat dari porselin dan  kayu.
Ingan tambar. Tempat ramuan obat Suku Karo. Terbuat dari porselin dan kayu  berbentuk manusia menunggang kuda.
Tabu-tabu, tempat air suku toba. Terbuat dari  labu berusia tua yang disimpan hingga kering dan dililit dengan pilinan rotan. Hombung Mini, tempat menyimpan perhiasan suku Toba, terbuat dari kayu. Juga ada Tambe, tempat air suku Karo terbuat dari bambo.
Ada juga photo yang dipajang, berupa photo masjid, istana dan makam.  Mariono menjelaskan, Museum Negeri diresmikan pada 1982 oleh Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Yoesoef. Namun peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden RI Ir Soekarno pada 1945.

"Koleksi pertama museum ini adalah Makara.  Makara ini Adalah Arca berwujud perpaduan ikan dan gajah. Ditengah mulutnya terdapat ragam hias berbentuk manusia. Inilah yang menyebabkan museum dinamakan gedung Arca," katanya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar