Selamat datang di blog saya

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA............

HORAS !!!

Minggu, 20 Februari 2011

Gatot Serahkan Kursi Roda PKPU ke Langkat

MEDAN, Jumi (39) warga Pasar 1 Hulu, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Langkat, mendadak menangis ketika kamar tempatnya berbaring, pagi itu, Minggu (20/2) didatangi Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho.


Kedatangan Gatot di akhir pekan itu, bertindak sebagai Dewan Pembina Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Medan, untuk menyalurkan 1 unit kursi roda, beserta bantuan modal usaha, kepada pria yang telah mengalami cedera tulang pinggang sejak lima tahun lalu tersebut.


"PKPU saat ini sedang ada program penyaluran puluhan kursi roda bagi yang membutuhkan. Dan Pak Jumi adalah salah seorang penerima yang selama ini telah disurvei oleh tim kita di lapangan," ujar Gatot.
Mendapati bantuan mendadak tersebut, Jumi malah menangis sembari mengatakan, selain bantuan kursi roda, saat ini dia juga mengharapkan doa untuk kesembuhan kaki dan pinggang. Karena sejak kecelakaan kerja lima tahun lalu, hingga saat ini dia samasekali tidak dapat berjalan mencari nafkah.


"Saya jatuh waktu kerja dengan kontraktor membangun rumah untuk korban tsunami di Lamrud, Banda Aceh. Tapi, setelah jatuh itu hanya dikusuk dan langsung kerja lagi. Lama kelamaan, ternyata pinggang mulai nyeri, tapi cuma dikusuk hilang nyerinya, jadi kaki saya bersilang tak bisa berjalan," kisah Jumi.
Untuk upaya penyembuhan, sambung Jumi, selama ini telah dilakukan berulang kali. Seperti mendatangi sendiri RSUP Haji Adam Malik Medan. Tapi, karena ketiadaan Jamkesmas  dan biaya pribadi, membuatnya harus menghentikan pengobatan.


"Saya juga sudah ditinggalkan istri, dia (istri-red) sudah pulang ke Jawa, karena saya sakit dan tidak ada kerjaan. Selama ini saya lebih banyak tidur di rumah di atas tempat tidur papan, beralaskan busa tipis," tuturnya seraya meneteskan air mata.


Setelah dikunjungi Gatot, dia berharap bisa diberi jalan untuk kesembuhan agar bisa beraktivitas kembali dan berusaha. Sebab, selama ini hanya menerima bantuan dari orang. "Tolong pak, beri saya jalan untuk sembuh," ucapnya sesaat setelah menerima kursi roda dari Gatot.


Mendengar cerita tersebut, Gatot menyampaikan, Jumi akan diberi Jamkesda untuk kesembuhannya, selanjutnya kesehatannya akan diawasi. "Sekarang ini sudah ada Jamkesda, jadi saya anggap Jumi layak menerimanya," tegas Gatot.


Lebih lanjut, dia berharap agar Jumi tetap semangat dan yakin. Sebab, dengan keyakinan tersebut dapat memotivasi diri untuk cepat sembuh dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. "Tetap jalankan ibadah dan memohon kepada maha kuasa agar diberikan kesembuhan," serunya.


Usai berbagi cerita dengan Jumi dan keluarga, Gatot bersama rombongan kemudian kembali ke Medan, setelah terlebih dahulu sarapan di warung kopi, tak jauh dari kediaman Jumi. Turut serta dalam rombongan tersebut, Kepala Cabang PKPU Medan, Lukmanul Hakim, Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Hidayatullah dan Ketua DPD PKS Langkat, Khairul Anwar.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Cabang PKPU Medan, Lukmanul Hakim mengatakan, untuk puluhan kursi roda berikutnya akan segera disalurkan PKPU Medan, setelah melewati proses survei. "Mekanisme penyalurannya akan sama seperti ini, setelah disurvei, kita langsung salurkan kursi roda bagi pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan," kata Lukman.


Disharmoni Sudah Sejak Awal Kepemimpinan

MEDAN, Kendati Wakil gubernur Sumut, Gatot Pudjonugroho berpeluang menjadi gubernur penuh jika Syamsul Arifin benar-benar berhalangan tetap, namun ada fatsun politik alias sopan santun politik yang wajib dilakoni Gatot.


Demikian dikatakan dosen politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Ansor Siregar, menjawab wartawan di Medan, Minggu (20/2), menanggapi disharmoni antara Gatot dengan Syamsul yang saat ini disorot banyak pihak.


"UU menuntutnya menjadi ban serap. Itulah yang wajib dilakukannya. Pada saatnya tiba, jika benar-benar Syamsul berhalangan tetap karena ketentuan hukum sekaitan vonnis peradilan terhadapnya, maka Gatot akan menjadi Gubernur penuh", kata Shohibul.


Namun kata dia, sebelum kejadian terburuk itu terjadi, ada fatsun yang wajib dilakoni Gatot. Meskipun sesungguhnya peraturan yang ada tidak cukup memberinya peluang meski secara filosofis, ia wajib lebih proaktif.


Karenanya, dari sekarang, dan dari kasus-kasus yang pernah terjadi di Indonesia , mestinya Mendagri sudah harus menginventarisasi usul-usul revisi UU terkait dengan masalah "bagaimana seseorang dapat memerintah dari tahanan".


Sementara soal disharmoni antara Gatot dengan Syamsul Arifin, menurut Shohibul, adalah sesuatu yang tidak mengherankan. Karena isyarat keretakan hubungan antara keduanya, sudah lama terjadi jauh hari saat keduanya mengawali pemerintahan di Sumut.


Menurut dia, di awal pemerintahan Sampurno (Syamsul dan Gatot Pudjonugroho), Ranperda diajukan pertamakalinya ke DPRD Sumut isinya menyangkut keinginan Wakil, untuk secara jelas tegas memiliki peran dalam proses pemerintahan melebihi apa yang diinginkan oleh UU yang ada.


"Dalam Ranperda itu terdapat semangat untuk menempatkan posisi Wakil tidak sebagai ban serap, meski pun tidak mendapat persetujuan DPRDSU", kata Shohibul juga Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya ('nBASIS).

Jadi menurut Shohibul, disharmoni Gatot dengan Syamsul, sudah bisa terlihat dari pengalaman empiris beberapa tahun dwitunggal ini "jatuh dan bangun" menjadi dwi-tunggal.


"Kita tidak sedang berlebihan melukiskan fenomena ini", ujarnya.


Shohibul juga mengatakan, setelah Humbahas dan Serdangbedagai, tidak ada contoh harmoni pemerintahan daerah di Sumatera Utara. Namun menurut yang dia dengar, memasuki periode kedua ini Soekirman sudah tak begitu harmonis lagi dengan T Erry Nuradi, karena semua saling bersiap-siap untuk agenda masing-masing yang dengan sendirinya membuat mereka ambil kuda-kuda.


Salah satu kuda-kuda itu ialah terpilihnya Soekirman menjadi Ketua PAN Serdangbedagai, sedangkan T Erry Nuradi adalah orang penting Golkar di Sumut.


"Kisah para partisan memimpin Indonesia dan Daerah memang cukup banyak.Bahkan jika kita merujuk ke sejarah, kita bisa berkesimpulan bahwa Indonesia memang tidak memiliki tradisi Wakil untuk hampir semua level", katanya.

Rela Turun, Akan Ditinggikan

Filp 2:5, Tujuan kita dalam hidup ini, kita makin sering mebina hubungan dengan Tuhan. Untuk kita semakin serupa degan Kristus.

Pikiran dalam Kristus, Filp 2:6.

Dia adalah pencipta, tapai tak mempertahankan. Masa saudara-dengan sudara bertengkar hnya karena warisan.

Yesus Tudik mempertahankan segala sesuatu yang seharusnya bisa Ia pertahankan. Filp 2:7

Filp 2:8, Dia bahkan memberikan nyawa-Nya.

Filp 2:9, karena Yesus mau turun dan tidak mempertahankan hakNya, sehingga Allah mau mengaruniakan baginya kebesaran. Yang ada di langit, atas bumi, bumi dan setiap lidah memujinya.

Biasanya jika disebut dengan Turun adalah Kegagalan, orang tersingkir, lemah bahkan miskin.

Kata turun tidak disukai orang.

Dan kebalikannya yang disenangi orang,

Yang menunjuk pada kesuksesan.

Namun Allah menginginkan engkau turun, supaya Allah yang menaikkan engkau.

Kompas, kemana pun kita berjalan, kompas akan menunjuk ke arah Utara.

Turun berarti penyangkalan diri. Berarti rela melawan apa yang meninggalkan apa yang kita ingini.

Justru semakin banyak kita kehilangan, maka akan semakin banyak yang akan kita peroleh.

Yang diharapkan firman Tuhan adalah turun, supaya kamu ditinggikan.

Kamu musti punya pilihan sama seperti itu.

Saat ada 5000 pria yang kelaparan. Ada seorang anak punya lima roti dua ikan.

Itu bekal dia, dan ketika diminta kepadanya. Dia mau memberikannya.

Jika saudara yang beradsa dalam posisi itu, apa yang akan anda lakukan.

Banyak lah menabur, supaya kamu banyak menuai.

Firman Allah mencatat, ia rela memberikan/ turun.
Sehingga seluruhnya tercukupi dan kenyang. Bahkan sisa 12 bakul.

Karena si anak rela melepaskan, sehingga ia mendapatkan jauh lebih baik dari yang dilepaskan.

Jadi jika dalam proses pembagian warisan, belajarlah pada firman ini.

Bagi yang mau muzijat tapinya.

Ingat Elia, dia gemuk besar. Karena Tuhan memberkatinya. Bahkan Tuhan mengirimkan Gagak tiap hari untuk mengantarkan daging dan roti untuknya.

Ketika si Elia meminta roti baginya, si Janda mengatakan bahwa tepung dan minyaknya tinggal sedikit.

Tapi si janda tetap meminta dia agar tetap membuatkan roti baginya.

Tepung yang sedikit malah tak habis-habis. Karena kerelaan si janda untuk memberikan haknya kepada orang lain.

Bukan hanya dunia yang menolak untuk menerima konsep turun untuk beroleh berkat. Orang kriten sendiri lebih memilih untuk menjalankan konsep-konsep yang ada di dunia ini.

Matius 10:39. Barang siapa mempertahankan nyawanya, maka ia akan kehilangan nyawanya,.......

Banyak orang bertemu di poengadilan ntuk mempertahankan haknya. Tak mau dia mengalah. Bahkan orang kristen pun banyak yang di pengadilan.

Seringkali orang kristen hidup tidak sesuai dengan perkataannya. Kebanyakan hanya bisa mengatakan kebaikan namun tak bisa melakukannya.

Memang hal ini suatu konsep yang sulit untuk di jalankan. Namun ini akan membawamu semakin menuju ke kesuksesan.

Kita punya alasan untuk mempercayai, alkitab. Karena Tuhan Yesus telah menunjukkan keteladanannya. Dia lah pencipta segala sesuatu, namun dia mau turun. Daeri tempat yang paling tinggi ke tempat yang paling rendah (hadir dalam bentuk bayi yang tak berdaya).

Dia raja segala raja. Amin!
Dia Pencipta. Amin!
Dia pemberi kehidupan. Amin! Tapi dia mati di kayu salib.

BagiNya yang penting, dia datang ke dunia untuk menyelamatkan Manusia.

Ibrani 12:2. Marilah melakukannya dengan mata tertutup untuk Yesus....

Biarlah di hina-hina, Dia pikul kayu slib. Dan sebagai gantinya Dia peroleh sukacita dan kemuliaan bahkan kekekalan.

Tuhan bukan tidak ingin kita peroleh kesuksesan. Namun Ia ingin kita peroleh kukusasaan atau kesuksesan melalui konsep yang ditentukanNya.

Orang yang selalu memanjakan diri sendiri akan menghancurkan diri sendiri. Dalam kamus Allah, yang selalu ingin naik, akan turun. Dan setiap yang mau turun, akan naik. (Yak 4:10)

Pernah seorang muda bercerita kepada saya. Dia mengatakan, bahwa dia selalu memikirkan najis. Dia menyukai sesama jenis.

Maka aku berkata, jika pikiranmu tertanam najis, maka kamu harus gantikan dengan firman.

Setelah itu, kita manfaatkan karunia-karunia yang ada dalam kita tanpa mencari pujian untuk diri sendiri.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT